Articles by "Kesehatan"
Showing posts with label Kesehatan. Show all posts
Kesemutan biasanya terjadi di kaki atau tangan, hingga di bagian tubuh mana pun termasuk di kepala. Nah, kalau kepala kesemutan, itu bisa jadi merupakan gejala berbagai penyakit berikut.
Kesemutan bisa terjadi di bagian tubuh mana pun, baik di jari, tangan, lengan, atau kaki. Kesemutan bisa terjadi jika kita diam lama dalam posisi yang sama, jika ada saraf yang tertekan, atau karena pasokan darah ke bagian yang tubuh yang kesemutan tidak lancar. Jika Anda sering merasa kesemutan, namun di bagian kepala, hal tersebut bisa menjadi pertanda adanya penyakit tertentu, baik yang ringan maupun yang serius.

Berbagai Kondisi Penyebab Kepala Kesemutan

Migrain
Sakit kepala migrain biasanya dirasakan hanya di satu sisi kepala. Selain kepala kesemutan, migrain juga bisa diiringi oleh berbagai gejala lain seperti mual, muntah, atau menjadi sensitif terhadap suara dan cahaya. Kebanyakan ahli medis percaya jika migrain disebabkan oleh pelebaran dan penyempitan pembuluh darah di kepala. Perubahan tersebut memengaruhi aliran darah di otak dan jaringan sekitarnya.
Stres
Kepala kesemutan juga bisa terjadi jika Anda sedang stres, terutama stres yang tergolong akut, di mana gejalanya berkembang dengan cepat dan tidak berlangsung lama. Stres akut bisa didapat jika Anda mengalami tekanan atau stres yang mendadak seperti kecelakaan serius, kematian kerabat, atau menjadi korban bencana. Selain kepala kesemutan, gejala stres akut lainnya adalah merasa cemas, susah tidur, tidak bersemangat, emosi tidak stabil, bermimpi buruk, ingin sendirian saja, jantung berdetak cepat, pusing, mual, sakit dada, sakit perut, dan susah bernapas. Kepala kesemutan dan berbagai gejala stres akut tersebut biasanya tidak membutuhkan pengobatan, tapi jika muncul terus selama lebih dari satu bulan, disarankan untuk menemui dokter.
Neuralgia oksipital
Pada tulang belakang, tepatnya di leher bagian atas, ada dua saraf yang berjejer dari atas saraf tulang belakang ke kulit kepala. Jika salah satunya saja mengalami gangguan, salah satu sisi kepala (biasanya sebelah kanan) akan terasa kesemutan seperti kesetrum listrik dan tertusuk-tusuk selama beberapa detik atau menit. Selain kepala kesemutan, neuralgia oksipital juga ditandai dengan sakit di belakang mata, sakit ketika menggerakkan leher, kulit kepala sakit saat disentuh, dan sensitif terhadap cahaya.
Neuropati kranial
Kondisi ini merupakan keadaan dimana terjadi kerusakan pada saraf kranial. Umumnya, neuropati kranial disebabkan oleh penyakit tertentu seperti diabetes, atau karena cedera di kepala. Keluhannya bisa berupa kesemutan disertai nyeri, kelemahan otot wajah, dan sensasi tidak nyaman di kepala.
Stroke ringan
Stroke ringan atau transient ischemic attack (TIA) merupakan pertanda awal akan terserang stroke. Gejala stroke ringan mirip dengan stroke, bedanya, gejala stroke terjadi hanya sementara dan biasanya hilang dalam 10-20 menit. Kepala kesemutan, tiba-tiba susah berjalan atau kesulitan menjaga keseimbangan, mendadak bingung atau tidak mengerti perkataan yang mudah, tiba-tiba susah bicara, mendadak pandangan berubah, dan kesemutan di salah satu sisi tubuh merupakan ciri-ciri stroke ringan. Jika tiba-tiba Anda merasakan berbagai gejala tersebut, segera pergi ke unit gawat darurat rumah sakit guna mendapatkan pertolongan secepatnya.
Jika Anda mengalami kepala kesemutan yang cukup sering, jangan ragu untuk pergi ke dokter untuk mendapatkan diagnosis dan pengobatan yang tepat dan cepat.
Perut kencang saat hamil muda mungkin saja terjadi pada Anda. Kondisi ini mungkin sering memicu kekhawatiran ibu hamil, meski umumnya hal itu merupakan proses normal untuk mendukung perkembangan bayi.
Bagi kehamilan normal, umumnya hal ini tidak berbahaya. Namun, tidak ada salahnya bila tetap mewaspadai keluhan ini dan perhatikan dengan cermat lebih lanjut. Jika terjadi hingga empat kali dalam satu jam, sebaiknya konsultasi dengan dokter.

Penyebab yang Umum Terjadi

Perut kencang saat hamil muda, umumnya disebabkan rahim yang sedang berkembang akan mendorong otot-otot perut. Akibatnya, perut jadi terasa kencang.
Selain itu, perut kencang saat hamil muda juga dapat disebabkan beberapa hal, seperti:
  • Nyeri ligamen (round ligament pain)
Round ligament adalah jaringan yang membantu menyokong rahim, jaringan ini terhubung dari sekitar rahim hingga lipat paha. Seiring dengan berkembangnya kehamilan, maka ukuran rahim pun akan ikut berkembang. Hal ini menyebabkan ligamen-ligamen tersebut ikut meregang, dan menimbulkan rasa tidak nyaman berupa nyeri. Perut yang sudah kencang karena adanya perluasan rahim, akan terasa lebih kencang karena adanya rasa nyeri pada ligamen.
  • Konstipasi
Perut kencang saat hamil muda juga bisa disebabkan karena ibu hamil mengalami konstipasi atau sembelit dan perut kembung. Pada saat hamil, kadar hormon progesteron meningkat. Sehingga proses pencernaan menjadi lebih lambat. Sakit pada perut karena hal ini dapat diatasi dengan cara makan makanan yang sifatnya melunakkan tinja seperti serat dari buah dan sayuran, olahraga dan minum lebih banyak cairan terutama air putih.
  • Kram
Kram bisa menjadi tanda-tanda awal kehamilan pada sebagian wanita. Jika Anda mengalaminya, jangan buru-buru panik. Kram terjadi ketika hamil muda karena pada saat itu sel telur yang telah dibuahi sedang mencoba melekat di dinding rahim. Perut kencang saat hamil muda yang disebabkan karena kram juga dapat terjadi ketika kehamilan menginjak trimester kedua. Selama kehamilan, maka otot rahim akan bekerja keras untuk menjaga kehamilan. Pada saat-saat tertentu selama kehamilan, seperti ketika menahan buang air kecil atau melakukan senam, otot rahim yang sudah kencang selama kehamilan, menjadi lebih mudah mengalami kram.
  • Setelah berhubungan seks
Penyebab lain dari perut kencang saat hamil muda adalah karena berhubungan sekshingga mencapai orgasme. Saat orgasme, otot-otot akan bereaksi dan dapat berpengaruh pada vagina serta rahim, sehingga menimbulkan kram. Pada saat inilah perut terasa kencang.

Penyebab yang Lebih Serius

Rasa nyeri atau perut kencang saat hamil muda juga bisa disebabkan karena kondisi yang lebih serius, seperti kehamilan ektopik. Hal ini terjadi ketika telur yang telah dibuahi oleh sperma tidak menempel di rahim. Paling sering menempel di tuba falopi. Umumnya ibu hamil yang menderita kehamilan ektopik akan merasa sakit yang cukup parah dan perdarahan pada usia kehamilan 6-10 minggu.
Rasa tidak nyaman pada perut saat hamil muda bisa juga dirasakan apabila terjadi keguguran spontan. Umum terjadi pada usia kehamilan dibawah 13 minggu. Ditandai dengan rasa nyeri di bagian punggung dan kontraksi terus menerus serta perdarahan.
Selain, itu perut terasa kencang saat hamil muda bisa jadi merupakan pertanda bahwa Anda mengalami kondisi lain, seperti batu ginjal, usus buntu, atau infeksi saluran kemih (ISK). Kadang-kadang gejala tidak jelas, karena hanya berupa sakit rasa seperti sakit perut pada umumnya. Juga kemungkinan gejala menjadi samar antara penyakit lain atau karena kondisi kehamilan itu sendiri.
Sebaiknya waspada jika perut kencang saat hamil muda diiringi dengan rasa sakit yang tak tertahankan atau terus menerus, mual dan muntah, demam, menggigil, nyeri saat buang air kecil, keluar cairan dari vagina, atau terdapat perdarahan dari vagina.
Pada dasarnya perut terasa kencang saat hamil muda tidak berbahaya dan tidak membahayakan janin. Namun, jika rasa nyeri tidak kunjung reda serta belum diketahui penyebabnya, disarankan untuk memeriksakan diri ke dokter untuk mendapatkan pengobatan yang tepat.
Ingus berdarah biasanya juga disebut mimisan oleh masyarakat. Meski tampak menakutkan, namun mimisan umum terjadi dan jarang disebabkan oleh kondisi yang serius.

Mimisan sebenarnya tidak perlu terlalu dikhawatirkan, kecuali sering terjadi, disebabkan cedera atau terjadi setelah kecelakaan. Jika hal ini terjadi, segeralah temui dokter agar dapat dilakukan pemeriksaan sehingga lekas mendapatkan diagnosis dan penanganan yang tepat.

Berbagai Kemungkinan Penyebab
Penyebab ingus berdarah atau lendir yang mengandung darah yang berwarna merah atau kecokelatan, sering terjadi akibat hidung terlalu kering dan iritasi oleh karena menggosok, mengorek maupun membuang ingus secara berlebihan. Darah sebagian besar berasal dari dalam lubang hidung yang memiliki banyak pembuluh darah rapuh dan mudah terluka.
Penyebab lain yang umum ditemukan, antara lain adanya benda yang tersangkut di dalam hidung, udara dingin, iritasi dari zat kimia, reaksi alergi, bersin berulang kali, luka pada hidung, dan infeksi saluran pernapasan atas. Ingus berdarah juga bisa disebabkan oleh tekanan darah tinggi, gangguan pembekuan darah, dan kanker.

Mengonsumsi obat-obatan pengencer darah, misalnya aspirin, dan mengonsumsi obat antihistamin atau dekongestan yang dapat membuat hidung terasa kering, juga dapat mempermudah terjadinya mimisan.
Cara Mengatasi Ingus Berdarah
Untuk ingus berdarah yang disebabkan oleh penyebab-penyebab umum di atas, Anda bisa mengatasinya dengan beberapa langkah berikut:
  • Tetap duduk tegak dengan kepala berada lebih tinggi dari jantung. Jangan berbaring.
  • Condongkan badan ke arah depan sedikit saja dengan posisi kepala tidak menengadah agar darah tidak mengalir kembali ke arah tenggorokan yang bisa menyebabkan Anda tersedak darah. Pelan-pelan tiup gumpalan darah keluar dari hidung.
  • Cubit bagian lunak dari hidung dengan ibu jari dan telunjuk. Beri sedikit tekanan sambil tetap mencubit hidung. Anda bisa bernapas melalui mulut selama melakukan hal ini.
  • Tahan selama 5-10 menit dan ulang hingga darah berhenti.
  • Kompres hidung dan area pipi dengan es yang dibungkus kain.
Hal yang perlu Anda ingat adalah, tidak dianjurkan untuk menyumpal hidung dengan tisu atau kapas.
Terdapat beberapa obat dan semprotan khusus sebagai pertolongan pertama terhadap penyumbatan hidung dan perdarahan ringan, namun penderita tekanan darah tinggi sebaiknya berhati-hati. Gunakan sesuai instruksi penggunaan atau anjuran dokter. Contoh obat yang bisa dikonsumsi, antara lain oxymetazoline tetes hidung.
Ingus berdarah atau mimisan bisa tampak menakutkan, namun sebaiknya tetap tenang. Lakukan penanganan yang tepat untuk mengatasi mimisan. Tetapi Anda perlu segera ke dokter jika terdapat keadaan tertentu yang menyertai mimisan yakni: mimisan tidak kunjung berhenti, perdarahan sangat banyak, demam, sakit kepala, terdapat riwayat cedera kepala atau wajah.
Beberapa orang memiliki kebiasaan makan tersendiri, ada yang cepat ada pula yang lambat. Makan cepat ternyata berisiko menyebabkan beberapa kondisi yang merugikan kesehatan. Sebaliknya, makan lebih lambat terbukti lebih menyehatkan dan membantu tubuh menjaga berat badan normal.



Makan lebih lambat mungkin terdengar sepele dan tidak efisien. Namun penelitian menemukan bahwa dengan memperpanjang durasi makan, orang yang mengalami obesitas dapat mengonsumsi lebih sedikit kalori. Tidak hanya itu, ternyata secara umum makan lebih lambat dapat membawa berbagai manfaat kesehatan.


Manfaat Makan Lebih Lambat dan Risiko Makan Cepat


Butuh waktu sekitar 20 menit bagi tubuh untuk mengirim sinyal kenyang ke otak. Makan terburu-buru membuat proses ini menjadi terpangkas. Dengan makan cepat, tubuh juga menjadi tidak mendapat kesempatan untuk memperoleh manfaat maksimal dari makanan. Berikut ini risiko yang bisa muncul akibat makan cepat, yaitu:

  • Makan cepat, begitu juga minum cepat, dapat meningkatkan aliran balik asam lambung ke kerongkongan setelah makan, sehingga meningkatkan risiko penyakit asam lambung (GERD) yang menyebabkan nyeri ulu hati. Jika tidak ditangani, kondisi ini dapat menyebabkan komplikasi penyempitan kerongkongan, tukak, hingga pendarahan.
  • Makan lebih lambat dapat membuat Anda lebih menikmati makanan dan membuat perut menjadi lebih cepat kenyang.
  • Makan cepat membuat Anda tidak menikmati makanan dan cenderung menghabiskan makanan dalam jumlah terlalu banyak dari yang seharusnya. Kondisi ini menyebabkan kelebihan kalori yang pada akhirnya meningkatkan berat badan.
  • Penelitian menemukan bahwa makan cepat meningkatkan risiko diabetes tipe 2 hingga 2,5 kali lipat. Tingginya kadar gula darah dan insulin meningkatkan risiko resistensi insulin.
  • Makan cepat meningkatkan risiko sindrom metabolik yang kemudian juga meningkatkan risiko penyakit jantung dan diabetes.
  • Makan cepat memperlambat pencernaan, karena mulut terbiasa menyantap potongan makanan dalam porsi besar.
Mengingat pentingnya makan lebih tenang dan lebih lambat, Anda yang terbiasa makan cepat perlu mempelajari kebiasaan baru. Panduan di bawah ini mungkin dapat membantu.
  • Makan sambil menonton TV, memainkan telepon genggam, atau pun mengetik di depan komputer membuat Anda cenderung makan cepat. Anda dapat mencoba lebih menikmati makanan dengan makan sambil berkonsentrasi pada makanan tanpa terganggu. Ini dapat dilakukan dengan makan sambil mendengarkan musik ringan atau pun menyalakan lilin.
  • Gigit makanan sedikit demi sedikit, kunyah perlahan, nikmati rasa, dan tekstur makanan. Kunyah setidaknya hingga 20-30 kali setiap suap.
  • Tentukan waktu makan secara teratur. Terlambat makan membuat Anda terbiasa makan cepat. Menunggu hingga terlalu lapar baru makan membuat Anda makan lebih banyak dan memilih makanan yang tidak sehat.
  • Mengonsumsi camilan sehat di sela waktu makan utama dapat mencegah makan cepat atau terlalu lapar.
  • Mengonsumsi segelas besar air di tengah makan dapat membuat Anda mengambil jeda untuk selanjutnya makan lebih perlahan.
  • Konsumsi makanan kaya serat yang butuh waktu lebih lama untuk dicerna dan membuat perut kenyang lebih lama.
Dengan makan lebih lambat, Anda bisa mendapatkan manfaat lebih banyak dari makanan yang dikonsumsi, juga manfaat kesehatan yang tidak akan didapatkan jika Anda makan cepat.