Articles by "Dinar"
Showing posts with label Dinar. Show all posts
Orang Sukses Juga Punya Kebiasaan Positif Pada Malam Hari Lho

Kebiasaan positif pada malam hari ternyata bisa mendorong seseorang untuk sukses.

Jika kamu mencari di Google tentang kebiasaan orang sukses pada pagi hari, Google akan menampilkan 20 juta hasil pencarian dalam waktu kurang dari 62 detik. Kebiasaan pagi hari membuat hari-hari menjadi produktif dan orang lebih bersemangat.

Kebiasaan ini mengizinkan seorang wanita karier bertemu dengan deadline serta bos yang mempersiapkan hari-harinya dengan rapat. Lalu, kebiasaan ini berlanjut pada aktivitas di rumah, seperti makan malam.

Tapi, rutinitas pagi hari sebenarnya dimulai dari kebiasaan pada malam hari.

Dilansir dari Lifehack, Selasa 19 September 2017, orang-orang sukses biasanya memiliki rutinitas yang positif pada malam hari. Misalnya, tokoh Amerika Serikat, Benjamin Franklin, yang menggunakan malam hari untuk mengevaluasi diri. Saat itu, dia bertanya dua hal kepada diri sendiri, yaitu “ Apa saya telah berbuat hal baik?” dan “ Apa hal yang baik yang akan saya lakukan besok?”

Lewat dua pertanyaan ini, Franklin bisa mensyukuri kesuksesan yang didapat dan apa yang tak berhasil. Dia juga bisa mempersiapkan kesuksesan untuk keesokan harinya.

Dari situlah, kita bisa melihat bahwa rutinitas malam yang positif bisa mendorong seseorang untuk sukses pada pagi hari. Ada dua hal yang biasa dilakukan oleh orang-orang sukses pada malam hari, yaitu becermin tentang aktivitas yang dilakukan pada pagi hari dan membuat rencana untuk besok. Rutinitas malam yang positif bisa mendorong Anda untuk fokus pada hal-hal positif.  

Selain itu, Sahabat Dream juga bisa memulai aktivitas rutin malam yang positif secara sederhana, yaitu tidur dan bangun lebih awal setiap hari, mematikan gawai sejam sebelum tidur dan membaca buku atau menghabiskan waktu dengan keluarga, merefleksikan apa yang telah dikerjakan dan apa yang belum, membuat rencana untuk besok pagi, lalu pergi tidur.

Cara-cara ini akan membiarkan pikiran Anda beralih ke waktu tidur. Plus, pikiran bawah sadar akan bekerja pada rencana keesokan harinya ketika tidur nyenyak. Rutinitas malam ini juga akan membangun kebiasaan yang lebih baik yang berujung kepada kesuksesan.
Nabi Muhammad Saw adalah seorang pebisnis sukses dan jaya. Beliau menjalani hidup sebagai pebisnis atau pedagang sukses selama 28 Tahun, mulai dari usia 12 tahun hingga 40 tahun. Dan selebihnya adalah masa keRasulan sebagai suri tauladan kita semua sebagai umat Muslim.

Saat Nabi Muhammad Saw. memasuki usia 6 tahun, ibunya wafat. Ia pun diasuh oleh kakeknya, Abdul Muthalib. Kakeknya adalah seorang pemuka Quraisy yang sangat disegani. Nabi Muhammad Saw. mendapatkan kasih sayang dan perhatian yang sangat besar dari sang kakek. Sayang, hanya dua tahun Nabi diasuh kakeknya. Abdul Muthalib meninggal saat Nabi Muhammad Saw. berusia 8 tahun. Selanjutnya, Nabi Muhammad Saw. diasuh oleh pamannya, Abu Thalib sampai menginjak remaja.

Sejak diasuh oleh pamannya, Nabi Muhammad Saw. berkembang sebagai seorang anak yang mulai menginjak masa remaja. Di situlah Nabi Muhammad Saw. diperkenalkan oleh pamannya bagaimana cara menjalani hidup.

Nabi Muhammad Saw. mulai mencari pekerjaan sebagai buruh di usianya yang baru sepuluh tahun agar dapat menghidupi dirinya sendiri. Mulailah ia menjadi penggembala ternak milik orang lain di daerah gurun Mekah yang sangat panas Ia makan dari tumbuhan liar yang terdapat di gurun.


Di gurun pasir itulah ia menghayati arti kehidupan. Kesulitan hidup, kesendirian, dan rasa tanggung jawab menjadikannya lebih matang dari pada usianya.



Sang paman melihat kecerdasan dan kematangan keponakannya, maka pada usia 12 tahun, Nabi Muhammad Saw. diperkenalkan kepada ilmu perniagaan. Nabi Muhammad Saw. yang masih remaja pun turut serta dalam pengelolaan ekonomi pamannya. Ia sudah ikut membawa barang dagangan yang diambil dari majikannya, Siti Khadijah. Hampir 3 tahun Nabi Muhammad Saw. mengikuti pamannya untuk menjajakan barang dagangannya.



Pada usia 25 tahun, Nabi Muhammad Saw. mulai berdagang sendiri tanpa bantuan pamannya. Ia mengambil sendiri barang dagangannya dan memasarkannyam ke Syiria. Ketika berdagang, Nabi Muhammad Saw. sangat jujur, tidak pernah membohongi para pembelinya. Nabi tidak pernah mengambil keuntungan yang terlalu besar, selalu berkata sopan, ramah, dan penuh kasih sayang.



Setelah habis dagangan Baginda Rasulullah Saw di Syiria, Baginda Saw pulang kembali ke Mekah dengan membawa hasil yang menguntungkan. Namun keuntungan yang diperoleh oleh Baginda Saw sendiri adalah lebih menguntungkan dibanding dengan saudagar-saudagar yang mengikuti rombongan baginda itu.



Keberhasilan usaha dagang Nabi Muhammad Saw. itu disebabkan oleh pribadi mulia berikut ini.



  1. Berpendirian teguh.
  2. Memiliki semangat kerja yang tinggi.
  3. Memiliki kejujuran yang luar biasa.
  4. Menjunjung tinggi amanah atau kepercayaan yang diberikan orang lain.
  5. Mampu menghadapi segala cobaan dan rintangan dalam perjalanan.
  6. Menyamakan pelayanan terhadap para pembeli.
  7. Memiliki sifat percaya diri.
  8. Menampilkan keramahan dan kesopanan, serta kasih sayang kepada siapa saja.



Demikianlah sahabat bacaan madani ulasan tentang 8 penyebab keberhasilan usaha dagang Nabi Muhammad Saw. Terbukti dengan kejujuran, perilaku santun, kesopanan berbicara, kerja keras, dan kecerdasan Nabi Muhammad Saw. merebut hati setiap orang, termasuk Siti Khadijah. Pertama-tama ia meminta Nabi Muhammad Saw. untuk memasarkan barang dagangannya  ke Syria. Hasilnya luar biasa. Itulah yang membuat Siti Khadijah tertarik dan akhirnya menikah dengan Nabi Muhammad Saw.



Dan yang paling perlu digaris bawahi, Rasulullah Saw mengadakan transaksi bisnis sama sekali tidak untuk memupuk kekayaan pribadi, tetapi justru untuk membangun kehormatan dan kemuliaan bisnisnya dengan etika yang tinggi dan hasil yang didapat justru untuk didistribusikan ke banyak umat. Sehingga kesuksesannya mampu membawa banyak dampak positif, yaitu kesuksesan dan kesejahteraan bagi umat yang lainnya.
Rasulullah SAW menjunjung tinggi delapan prinsip dalam bisnisnya.(Ilustrasi Bisnis)
Salah satunya adalah kejujuran.
Rasulullah Muhammad SAW juga dikenal sebagai seorang pebisnis sukses. Nabi Muhammad SAW berkecimpung dalam dunia bisnis sejak masih berusia 12 tahun.

Rasulullah mewarisi ilmu dan pengalaman berdagang dari sang paman, Abu Thalib. Rasulullah selalu mengikuti sang paman setiap kali mengadakan perjalanan untuk berdagang ke negeri seberang.

Tidak hanya itu, Rasulullah kerap dititipi barang dagangan oleh pengusaha wanita bernama Khadijah yang merupakan majikannya dan kelak menjadi istrinya. 

Menginjak usia 25 tahun, Rasulullah mulai berdagang secara mandiri tanpa bantuan Abu Thalib. Rasulullah kerap bepergian ke Syam (sebagian wilayahnya mencakup Suriah) untuk menjual barang dagangan yang dikulak dari Mekah.

Selama berdagang, tidak pernah tercatat dalam riwayat Rasulullah merugi. Bahkan, keuntungan yang didapat Rasulullah lebih besar daripada para pedagang lainnya.

Keberhasilan Nabi Muhammad dalam dunia bisnis ini tak lepas dari pribadi mulia ketika berdagang. Ada delapan prinsip bisnis yang dijunjung tinggi, yaitu berpendirian teguh, memiliki semangat kerja yang tinggi, jujur, menjunjung tinggi amanah yang diberikan orang lain, menghadapi semua rintangan dalam perjalanan, menyamakan pelayanan kepada pembeli, percaya diri, serta bersikap ramah dan sopan.

Tak heran sikap ini mampu merebut hati semua orang, termasuk Khadijah yang pada akhirnya menjadi istri Rasulullah SAW.

Yang perlu digaris bawahi, dalam melakukan transaksi bisnis, Nabi Muhammad SAW tidak memupuk keuntungan pribadi, tetapi membangun kehormatan dan kemuliaan bisnis dengan etika yang tinggi. Hasil yang didapat justru didistribusikan kepada banyak umat.

Baca selengkapnya di sini.
Hmm, ternyata orang sukses punya kebiasaan yang tidak kita duga lho. (Foto: Shutterstock)

Orang sukses seperti Steve Jobs dan Mark Zuckerberg pun melakukan kebiasaan ini.

Orang sukses memang kerap memiliki kebiasaan-kebiasaan yang positif. Bahkan, pada jam pertama hari kerja dimulai.

Saat itulah, mereka mengatur diri mereka dan menentukan apakah mereka ingin gagal atau sukses pada hari itu juga.

Dilansir dari CheatSheet, Kamis 26 Oktober 2017, salah satu kebiasaan positif yang dilakukan orang sukses pada pagi hari adalah sarapan.

Melewatkan sarapan memang membuat seseorang memulai hari kerjanya lebih cepat. Akan tetapi, dia akan kelaparan ketika makan siang. Plus, perutnya akan terasa kembung dan badannya lemas.

Ada juga kebiasaan orang sukses yang dilakukan pada pagi hari adalah berolah raga pada pagi hari. Nah, aktivitas ini berfungsi untuk memompa peredaran darah dan mempersiapkan pikiran sepanjang hari.

Jika ingin energi bertahan lebih lama, orang sukses biasanya berolah raga ringan, seperti jogging. Aktivitas ini lebih baik untuk tubuh daripada menyeruput kopi pada pagi hari.

Riset menunjukkan, olah raga ringan bisa mempertajam pikiran untuk membuat keputusan yang lebih baik.

Nah, tapi ada juga nih, kebiasaan orang sukses yang tidak diduga-duga. Bahkan, kebiasaan ini dilakukan oleh pendiri Apple, Steve Jobs, dan bos Facebook, Mark Zuckerberg.
Apa itu?

Ternyata, kebiasaan itu adalah mereka memilih baju yang sama untuk pakaian kerja. Mengapa?
Jawabannya, sederhana, orang sukses tidak mau membuang-buang waktu untuk mempersiapkan diri pada pagi hari.


Mereka sudah tahu apa yang harus dikenakan untuk bekerja. Beberapa CEO sukses bisa menghemat banyak waktu dengan mengenakan baju yang sama untuk bekerja.

Misalnya, Zuckerberg memilih kaos abu-abu untuk pakaian kerjanya, sedangkan Jobs mengenakan kaos turtleneck. Sementara mantan juri America Idol dan X-Factor, Simon Cowell, hanya punya dua pilihan baju: kaos putih atau setelan kemeja putih dipadukan dengan jas hitam.


Ternyata, ada tujuan di balik orang-orang yang memilih mengenakan baju yang sama untuk bekerja. Penulis di Marketmeditations.com, Charles Chu, mengatakan orang sukses lebih suka tampil sederhana dengan pertimbangan waktu.

Mereka meyakini berpakaian yang simple akan memberikan waktu yang lebih banyak untuk membuat keputusan penting.